Rabu, 30 November 2011

sekolah yang baik

Tahun ajaran baru dimulai sudah. Tapi bicara tentang pendidikan memang selalu seru, tanpa peduli tahun ajaran baru atau telah lama dimulai. Sebab pendidikan selalu jadi isu hot sepanjang hayat.

Ada tiga jenis pendidikan, yakni pendidikan formal di sekolah, non formal di tempat kursus dan pendidikan informal oleh lingkungan. Menilai bagus tidaknya pendidikan sering dilakukan untuk pendidikan formal, karena lebih mudah diukur. Banyak sekali ranking-ranking sekolahan, ranking universitas di dalan negeri Indonesia , Asia maupun di dunia. Dan yang paling sering terdengar adalah ternyata pendidikan di Indonesia ini selalu menjadi bulan-bulanan ketika rankingnya dibawah.
Dari bahan dasar dan hasil akhirnya mungkin dapat digambarkan beberapa tipe sekolah: Sekolah Tipe 1 : Nelangsa
Sekolah ini memang rada nelongso. Bahan dasarnya bukanlah barang bagus yang KW-1. Makanya kondisi awalnya rendah. Tentunya mendidik atau meningkatkan mutu dan harga jualnya juga tidak mudah. Dengan demikian tentunya kemajuannya akan memulai sudut yang landai, selama masa pendidikan hanya meningkatkan sedikit saja prestasi. Jargon paling nyebeli di dunia “garbage in – garbage out” sulit sekali dilawan.
Sekolah tipe-1 ini merupakan sekolah yang patut dibantu, tentu saja meningkatkan mutu individu manusia ini menjadi mahal. Kalau sambil mengusung HAM maka mereka yang bodoh pun memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan.
Sekolahan Tipe 2 : Ideal
Brownies Gratis SedapurIni sekolah paling enak dan biasanya termasuk sekolah favorit . Sekolah ini mensyaratkan murid pintar untuk masuk. Itulah sebabnya sekolah jenis ini akan menyaring murid-murid yang sudah memiliki NEM tinggi, dan nantinya akan memperoleh murid-murid yang “mudah” dididik dan ditambah kemampuan. Sekolah ini juga memerlukan guru yang juga pintar. Sehingga murid dapat dibuat maju disesuaikan dengan kemampuannya.Di sekolah ini tingkat kemahiran guru juga menentukan nilai tambah dari bahan dasar serta lingkungan. Juga fasilitas sekolah tentu saja. Namun yang perlu diperhatikan antara pentingnya guru dan proses belajar bahwa proses belajar mengajar itu sebuah siklus, maka peran guru menjadi penting. Siapa yang menjadi guru, apakah yang juga harus murid yang terbaik sebelumnya ?
Sekolahan Tipe 3: Hebat
Ini merupakan sekolah yang mampu mengubah murid dengan “bahan dasar” jelek menjadi bagus. Jika di Indonesia maka ini adalah sekolah plus. Biaya masuknya di atas rata-rata sekolah biasa. Tidak harus pintar untuk masuk, namun setelah digembleng di sekolah ini, maka siswa bisa berubah jadi unggul. Kurikulum dan metodenya meniru negara maju.
Tentunya negara yang memiliki sekolah tipe ini akan sangat cepat maju. Malaysia yang dulu justru dibelakang Indonesia, sekarang sudah mendahului Indonesia dari sisi ekonominya. Apakah pendidikannya juga lebih maju ? Tentunya tidak mudah menjawabnya. Kalau dari sisi pemerataan pendidikan memang barangkali memang benar. Negara berpenduduk hanya sepersepuluh Indonesia ini lebih merata pendidikannya.Pengambil kebijakan serta pejabat yang top-top saat ini adalah mereka-mereka yang dahulu kuliahnya di negara-negara lain, bukan universitas lulusan lokal. Bahkan hingga saat inipun sejak SMU banyak orang lokal Malaysia ini belajar ke London, Australia dan sebagainya. Bahkan Petronas mengakui para lulusan Indonesia cukup bagus.
Sekolah tipe 4 : Favorit
Sekolah tipe ini memberikan hasil yang merata untuk semua muridnya. Peranan guru akan sangat menentukan seperti yang ditulis Pak Satria Dharma. Bisa jadi sekolah tipe ini sangat ditentukan oleh guru yang pandai mengajar satu kelas dengan 50 murid. Sehingga ke 50 murid yang beragam akan memiliki kemajuan yang seragam.
Sekolah tipe ini seperti sekolah favorit juga di Indonesia yang memberikan bahan ajar yang sama untuk masing-masing anak.
Perbedaan sekolahan tipe 4 dan tipe 2 diatas adalah keberagaman hasil. Sekolahan tipe 2 yang dapat memberikan kemajuan optimal masing-masing anak ini tentunya akan sangat bagus apabila ada anak yang ekstra ordinary. Masing-masing anak akan diberi pelajaran sesuai kemampuan daya serapnya dan hasilnya akan optimum untuk masing2 anak didik.
Sekolah Tipe 5
Ini mungkin tipe sekolah yang secara umum dijumpai. Kemajuan masing-masing anak didik sangat tergantung dari awalnya. Barangkali gurunya tidak repot kalau targetnya seperti ini. Si murid pintar yang biasanya rajin akan juga mendapatkan hasil lebih ketimbang murid kurang pandai dan mungkin juga malas. Tetapi memiliki sekolah yang bisa menerima berbagai ragam murid bukanlah pekerjaan ringan. Keberagaman kadang lebih banyak memerlukan tenaga, waktu, biaya serta pikiran. Lalu, bagaimana pendidikan atau sekolahan yang bagus itu? Kedudukan dan tingkat prestasi seseorang tentu saja merupakan hasil gabungan dua hal, memang pintar dari awal atau dari proses belajarnya. Sekolah tipe 2 dan 4 tentunya hanya bagus untuk anak pintar.Jika benar bahwa anak yang pintar dari sononya lebih mudah dididik, maka menunjukkan bahwa menjadi guru di negara-negara berkembang itu tidak semudah yang di negara maju. Karena jumlah anak pintar di negara berkembang itu relatif sedikit. Kalau dengan melihat tingkat kesulitannya maka guru-guru serta dosen kita di Indonesia ini memang benar-benar pahlawan yang tidak kalah dengan guru-guru di negara-negara maju sana.

 Tentang Penulis:

Rovicky Putrohari Just me, an Indonesian geologist. Nothing special. Has been working as an explorationist in oil companies (Hudbay Oil, Lasmo, Kondur PSA, Shell, Total, Murphy Oil, and now with HESS). Now live in Kuala Lumpur, Malaysia. member of : * IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), * HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia) * AAPG (American Assoc of Petroleum geologist), * SEG (Society of Exploration Geophysicists), * IPA (Indonesian Petroleum

sea games

“Saatnya Bangsa Besar Ini Bangkit. Ayo, Indonesia Pasti Bisa. Kibarkan merah putih setingi-tingginya di setiap arena. Kumandangkan Indonesia Raya sesering mungkin, sampai lawan kamu hafal lagu kebanggaan kita. Raih Emas Sebanyak-banyak, agar rakyat yang mendukung dan berdoa untukmu bangga”
Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pesta olah raga Asia tenggara Sea games XXVI tahun 2011. Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara (Southeast Asian Games) atau  SEA Games adalah ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Ditengah keterpurukan Indonesia dalam prestasi olahraga, Sea Games XXVI harus dijadikan tonggak dan motivasi bangsa ini untuk bangkit lagi. Indonesia yang pernah berjaya dan merajai ajang olah raga Asia tenggara tiga puluh tahun yang lalu selama hampir dua dasa warsa, saat ini harus bangkit lagi. SEA GAMES XXVI, SAATNYA INDONESIA BANGKIT, AYO,..KAMU PASTI BISA !!!!
Pada SEA Games XXVI,  Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggara adalah DKI Jakarta dan Kota Palembang, di Sumatera Selatan pada 11-22 November 2011. Sementara Kota Palembang (Sumsel) selain tempat pertandingan 21 cabang olahraga, juga mendapat kepercayaan oleh pemerintah pusat sebagai pelaksana upacara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI.

Indonesia akan menjadi tuan rumah yang keempat kalinya dalam ajang dua tahunan pertandingan olah raga antar negara-negara ASEAN tersebut. Sebelumnya Indonesia pernah menjadi tuan rumah pada SEA Games ke 10 pada 1979, SEA Games ke 15 pada 1987 dan SEA Games ke 19 pada 1997. Dan dalam tiga kali menjadi tuan rumah, Indonesia selalu menjadi juara umum.
Sea Games XXVI  dibuka pada 11 November dan berakhir pada 22 November yang diselenggarakan di dua tempat yaitu Palembang, Sumatera Selatan sebagai tempat pembukaan dan Jakarta.   Sea Games kali ini akan mempertandingkan 44 cabang olahraga dan memperebutkan 542 medali emas.

BACA DI SINI ARTIKEL SEA GAMES XXVI INDONESIA 2011

ARTIKEL FAVORIT

OLAHRAGA FAVORIT

PROFIL BINTANG DAN PRESTASI

OLAHRAGA LAINNYA

ARTIKEL ULASAN 44 CABANG OLAHRAGA SEA GAMES

SERBA SERBI SEA GAMES

………………………………………………………………………………………………………
Yang terpenting dalam Sea Games bukanlah sekedar medali, tetapi keikutsertaan dan persaudaraan umat asia tenggara. Yang terpenting bagi olahraga bukan sekedar juara, tetapi semangat, sportivitas dan cara meraih perjuangan. Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang diraih, namun kegagalan yang telah dihadapi, dan keberanian yang membuat manusia tetap berjuang melawan hambatan yang selalu mengancam  (Widodo Judarwanto)
………………………………………………………………………………………………………………………………..
Supported By :
KORANDO Koran Anak Indonesia, Yudhasmara Publisher “PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

artikel penari

banyak menggemari tari modern. Genre tari ini menjadi bagian penting dari maraknya perkembangan budaya populer. Sejumlah penyanyi dan stasiun televisi membutuhkan penari untuk lebih menghidupkan pertunjukannya. Kondisi ini menjanjikan peluang bagi penari profesional.

"Penari dan koreografer bisa menjadi prestasi dan profesi. Penari (genre modern, RED) di Indonesia memiliki skill yang hebat, namun perlu diberikan kesempatan lebih luas untuk pengembangannya. Sayang masih terjadi diskriminasi atas profesi penari dalam hal kompensasi dan fasilitas. Padahal penari adalah juga selebriti panggung. Pekerja seni di panggung akan saling membutuhkan," papar Adhisty Juliani Kampono, pendiri United Dance Works (UDW) Dance Academy, wadah pendidikan tari modern, kepada Kompas Female.

Di Indonesia, minat semakin tinggi namun tempat belajar atau sekolah tari untuk menciptakan lulusan penari profesional masih sangat sedikit. Menurut Yessy Hutabarat, koreografer profesional, sekolah menjadi penting agar penari menguasai teknik dasar menari dan tak asal tampil memenuhi tuntutan industri.

"Lulusan sekolah tari mendapat ilmu cukup dengan kapasitas yang luas dan kemauan kuat untuk belajar, tak sekadar ilmu tari namun juga manajemennya," ujar Yessy.

Pendidikan tari kemudian membentuk penari yang berkomitmen dan profesional dengan pekerjaannya. Jika sudah demikian, penari bisa menjadi karier yang menjanjikan.

Penari memiliki batasan usia produktif, yakni 30 - 35 tahun. Pada usia ini, penari profesional dengan pengalaman luas bisa membangun dirinya menjadi pekerja tari seperti koreografer, pelatih tari, atau membentuk sel kecil tari seperti sanggar atau mendirikan sekolah tari. Peluang karier pun terbuka luas bagi penari.

Sayangnya kesadaran untuk menjadikan tari sebagai karier profesional masih perlu dibangun di Indonesia. Sekolah formal masih dianggap sebagai solusi pendidikan untuk pekerjaan dan karier.

"Banyak anak muda yang tak menyenangi sekolah formal, dan beberapa bahkan tak sanggup membayar biaya pendidikan. Mereka menyukai tari modern dan bekerja darinya. Mereka tak punya pilihan lain, kecuali ada sekolah tari yang mengakomodasi kebutuhan mereka akan pendidikan dan kegemarannya di tari modern," jelas Adhis.

Dengan adanya institusi pendidikan tari modern, penari memiliki peluang karier lebih luas. Program pendidikan seperti pertukaran pelajar, dan beasiswa sekolah di luar negeri, bisa membantu penari Indonesia mengembangkan kemampuan dan dirinya di pergaulan internasional.

ARTIKEL LYLA

LYLA: Hei, Masih Bisa Terima Band Baru ini ?

SUSAH berhenti memang, kalau sudah bermusik sejak lama, kemudian berhasil masuk rekaman. Yang ada, meski kemudian belum tentu sukses, mereka menyatakan diri ‘berani hidup dari musik.’ Sebuah pernyataan yang berani sekali.
Mungkinkah itu yang meyakinkan band baru bernama LYLA ini untuk memutuskan berani berkiprah di industri musik yang “kejam” untuk pendatang baru ini? Entahlah, tapi melihat perjalanannya, band yang awalnya sempat bernama Mahameru Band ini, termasuk jatuh bangun meniti karir. Wajar saja, mereka sudah eksis ngeband sejak tahun 2001 silam.
Seperti biasa, Indra Perdana [vokal], Fare Adinata [gitar], Dharma [kibord], Dennis Rizky [bass] dan Amec Jen Aris [drum] adala anak-anak muda yang sepakat bersama lantaran punya kebersamaan hobi ngeband. Dalam perjalanannya, mereka memang tak selalu satu kata, tapi kebersamaan itulah yang membuat mereka bertahan.
Indra Perdana misalnya. Cowok yang kerap dipanggil Naga ini adalah runner-up Cilapop I 2005 silam. Malah sempat masuk dalam kompilasi rilisan salah satu label lewat lagu ‘Aku di Sampingmu’. Nggak cuma itu, Sinaga ini juga jadi bintang iklan salah satu rokok di televisi.
Ketika akhirnya band yang mereka jadikan “rumah” mendapat kesempatan rekaman, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan. Album perdananya ‘YANG TAK TERLUPAKAN’ menjadi pembuktian lima anak muda dari Jakarta ini.
Tak perlu repot memainkan skill yang ribet, mereka memilih bermain-main di area aman, pop easy-listening. Saingannya ribuan sih, tapi siapa tahu ada yang beruntung nancep di kuping penikmat musik? Apalagi single ‘Takkan Ada’ dengan nuansa vintage, didapuk jadi track yang siapa tahu “mengganggu” industri pop. Masih kuat menerima band baru? Terimalah LYLA...

artikel novel

Pengolahan Data dalam Novel Karya Sastra Fiksi

Setiap pengarang, pada hakekatnya mengangkat "kehidupannya" ke dalam novel. Franz Kafka (1883-1924), novelis besar Cheko yang jadi kampiun novel-novel psikologis dan filosofis itu, sebenarnya menyibakkan ketakutan-ketakutannya melalui kecemasan tokoh-tokohnya yang terus-menerus didera teror. Sampai dewasa, Kafka tak pernah mendapatkan privasi di rumah orangtuanya. Ia setiap hari merasa tak nyaman, karena ayah-ibunya dapat saja dengan bebas menggeledah surat-surat pribadinya.

Dan setiap pengarang, pada dasarnya melakukan riset untuk bahan novelnya. Leon Uris (1924-2003) menjelajahi literatur tentang abad pertengahan untuk novelnya. John Grisham melakukan studi ulang atas kasus-kasus hukum yang diminatinya, agar dapat dipertanggungjawabkan azas hukumnya ketika dinovelkan. Dan lima tahun terakhir, kita sama melihat kesuksesan riset Dan Brown tentang ikon-ikon Kristianitas, yang dipaketkannya sebagai bacaan laris dalam The Da Vinci Code.

Namun, hasil riset ternyata menghasilkan data yang berbeda pada karya sastra. Di dalam penulisan novel yang berhasil, data diolah jadi "data" oleh para pengarangnya. Budi Darma (1984) menyebut hal ini sebagai persoalan penting dunia prosa, khususnya novel. Berpeluang dituliskan sampai berarus-ratus bahkan ribuan halaman, novel memang lebih kuat bila didukung data riset dari berbagai sumber.

Tapi masalahnya adalah, bagaimana si pengarang mengolah datanya. Apakah data tetap menghampar sebagai data, atau berhasil dieksplorasi sebagai ”data” baru dan segar. Bagi seorang pengarang yang baik -- data menyatu sebagai bangunan novel dalam rangkaian teks yang hadir mutlak -- karena berhasil ditransformasikan sebagai "data" fiksional.

Sementara, bagi pengarang yang gagal mengatasi data, data jadi kekayaan novel yang identik dengan data yang dapat diakses siapa saja dari sumber yang digunakan si novelis. Misalnya, dari berbagai penelitian tentang gereja abad pertengahan yang banyak digunakan Leon Uris atau Dan Brown. Atau, dari kasus-kasus hukum yang dijadikan kisah oleh Jhon Grisham. Pada mereka, data terbaca utuh sebagai kekayaan sejarah, yang pernah dipinjam sebagai bahan novel.

Ketika dibawa ke dalam novel, data ini saling berlomba dengan plot, atau menjadi tulang punggung novel. Lalu ditempeli penokohan tipologis: jagoan kontra penjahat; baik versus buruk; tampan, cantik, berpenampilan menarik, misterius, dll -- berseberangan dengan -- tidak tampan, sinis, penampilan membosankan, kaku, kejam, telengas, dll. Didukung jalinan plot: pembukaan, konflik, lalu penutupan -- atau dibolak-balik; yang dirangkai dalam suspensi tinggi, agar menimbulkan ketegangan (sekaligus ketertarikan) pembaca.

Karena tujuan si pengarang adalah: menyodorkan kisah menarik, mencekam, dan tentu saja: laku dijual. Novel-novel seperti ini, tak bisa dilepaskan dari pergerakan modal atau industri pendukungnya. Lihatlah penyebaran novel-novel Leon Uris, John Grisham, Dan Brown, yang kemudian bersinergi dengan industri kreatif lainnya: film, periklanan, percetakan dan penerjemahan ke banyak bahasa, hingga publikasi dan distribusi sistematis ke berbagai negara.

Sementara, novel "data" lainnya, meski beberapa mengalami keberuntungan publikasi dan penyebaran lumayan, namun tak pernah "seberhasil" novel-novel Uris, Grisham atau Brown. Misalnya: La Peste-nya Alber Camus (1913-1960), My Name Is Red-nya Orhan Pamuk, dan The Name of The Rose-nya Umberto Eco.

La Peste atau Sampar, karya Albert Camus, adalah novel yang didukung riset tentang epidemi sampar di berbagai negara. Hingga suatu saat, sampar melanda kota bernama Oran. Pembaca pun berkenalan dengan Dr. Rieux, tokoh utama yang berusaha "melawan". Seorang dokter yang kemudian ditinggal mati istrinya. Setiap kali pulang dari rumah sakit, di rumahnya, si dokter hanya ditemani ibunya yang pendiam.

Novel menyosokkan berbagai tokoh "darah daging" lainnya, di antara data dan wabah sampar. Kita lupa sedang berurusan dengan data, karena "data" fiksionalnya menyatu bersama konflik filosofis, religius, psikologis, sosiologis, bahkan politik para tokoh cerita. Data sampar hanya bahan mentah bagi Camus untuk menyosokkan "data" fiksional, tentang sampar yang sesungguhnya. Yang kemudian menjadi simbolisasi sampar penderitaan -- akibat cengkeraman pasukan Nazi yang menduduki Paris, kotanya.

Begitupun Orhan Pamuk dan Umberto Eco. Ketika keduanya menjadikan abad pertengahan sebagai bahan cerita, kita sesungguhnya sedang mengenali manusia-manusia dan kebudayaan abad pertengahan versi Pamuk dan Eco. Pamuk mengurai konflik dan kehidupan para pelukis istana kerajaan Turki abad ke-16, dan Eco menyoroti kehidupan para biarawan di sebuah gereja kuno di pojokan Italia.

Si Hitam My Name Is Red tumbuh sebagai manusia "darah daging" dengan kemelut kejiwaan, nafsu, kejujuran, dan kerapuhannya -- berhadapan dengan peristiwa pembunuhan yang menimpa para pelukis istana. Sambil lalu, Pamuk juga menggambarkan kehidupan kaum sufi, yang pada masa itu kontroversial karena berbeda dengan kehidupan masyarakat umum.

Dan William dari Baskerville The Name of The Rose, adalah manusia "darah daging", yang mengagungkan ilmu pengetahuan alam -- berhadapan dengan misteri kematian para biarawan yang harus diselidikinya. Di samping membawa pembaca ke dalam berbagai peristiwa mencekam di dalam novel, plot pun menimbulkan pencerahan filosofis tentang ilmu pengetahuan, filsafat, agama, dan takhyul, yang menjadi acuan hidup individu dan masyarakat.

Dalam kedua novel ini, data sejarah bertransformasi menjadi "data" fiksional. Hingga novel menjadi kaya dan inspiratif.

artikel spongebob

Bikini Bottom
SpongeBob SquarePants ialah seekor spons yang tinggal dalam sebuah rumah nanas dalam laut di kota Bikini Bottom, manakala tetanggannya Squidward Tentacles ialah seekor gurita yang tinggal dalam rumah moai. Tetangga SpongeBob yang lain dan teman akrabnya, Patrick Star seekor bintang laut merah muda, tinggal di bawah sebuah batu. Rumah Squidward terletak di antara rumah Spongebob dan rumah Patrick, dan inilah yang meresahkan Squidward.
SpongeBob dan kawan-kawannya tinggal di kota Bikini Bottom dalam lautan Pasifik. Bikini Bottom dilihatkan sebagai sebuah kota biasa dengan pusat kota, pinggir kota, kawasan pantai, lapangan terbang, rangkaian bunga laut dan taman hiburan sendiri. Stephen Hillenburg pernah berkata bahawa Bikini Bottom direka lebih kurang berdasarkan kota Seattle, Washington.
Hewan peliharaan SpongeBob ialah seekor siput laut bernama Gary, yang "mengeong" seperti kucing. Meskipun tidak banyak berbicara (kecuali dalam beberapa episode), watak-watak lain kelihatan mampu memahaminya. Tambahan pula, cacing laut menyalak seperti anjing dan dirantai. Ubur-ubur disamakan dengan lebah; bunyi desas-desus, sengatan bisa (tetapi kelihatan seperti kejutan elektrik), dan menghasilkan "jeli" yang lezat, memperolok-olok nama "jellyfish" sambil membandingkan jeli dengan madu lebah. Ikan berperan sebagai warga kota tetapi tidak dijadikan tokoh penting.
SpongeBob SquarePants yang penyerap, kuning, dan berlubang ini, bekerja sebagai juru masak di Krusty Krab, sebuah restoran makanan cepat saji, dimana Squidward juga bekerja sebagai kasir. Krusty Krab dimiliki Eugene H. Krabs (Mr. Krabs). Sheldon J. Plankton adalah musuh bebuyutan Krabs yang memiliki sebuah restoran makanan cepat saji bertaraf rendah bernama Chum Bucket yang terletak berhadapan Krusty Krab. Chum Bucket seolah-olah tidak pernah dikunjungi pelanggan, dan Plankton meluangkan kebanyakan waktunya untuk merancang peralatan untuk mencuri resep burger Krabby Patty milik Mr. Krabs. Plankton hanya berhasil mencuri resep itu dalam The SpongeBob SquarePants Movie; formulanya tidak pernah diperlihatkan kepada penonton. Istri komputer Plankton, Karen, kadang-kala membantunya dalam rancangan jahatnya atau bertengkar dengannya.
Satu lagi kawan SpongeBob ialah Sandy Cheeks, seekor tupai yang berasal dari Texas dan tinggal di dalam kubah anti-air di Bikini Bottom. Dia diantar ke dalam lautan oleh majikan-majikannya yang berupa simpanse. Ketika di luar kubahnya, dia memakai baju seperti Astronot.
Penduduk Bikini Bottom mengendarai kapal seolah-olah mobil. SpongeBob masih belajar dalam sekolah mengemudi setelah sering sekali gagal dalam ujian mengemudi (ada 2 versi tentang ketidaklulusan ini, yaitu 58 kali (menurut episode "Drive to Tears") dan 1.000.006 kali (menurut episode "Mrs.Puff,you Fired")). Setiap pergerakan menghasilkan gelembung untuk mengingkatkan penonton bahawa cerita ini berlatarkan lautan. Namun begitu, terdapat babak-babak di mana terdapat selapisan air yang berasingan daripada air lautan (seperti adanya pantai) dan api bisa dinyalakan dalam lautan.

Watak

Tokoh utama Spongebob adalah sebuah spons laut berwarna kuning yang hidup bersama peliharaannya, Gary, seekor siput laut yang berperilaku sebagai kucing.
Spongebob tinggal bertetangga dengan sahabatnya Patrick, seekor bintang laut; dan tetangga yang selalu memusuhinya Squidward, seekor gurita yang tidak senang bersosialisasi, memiliki sifat penggerutu, dan hobi bermain klarinet.
Kelucuan-kelucuan dalam cerita serial ini bersumber dari perilaku sehari-hari Spongebob yang polos, optimis, selalu ceria, dan memiliki prasangka baik terhadap siapapun.
Terkadang perilaku ini membawa bencana, dimanfaatkan, atau terjadi salah paham kala disatukan dengan sifat-sifat mahluk lain yang tinggal di Bikini Bottom.

Tokoh

  • SpongeBob SquarePants - tokoh utama dalam kartun ini yang berbentuk spon berwarna kuning. Spongebob tinggal di dalam rumah berbentuk nanas di dalam laut. Dia juga memelihara seekor siput yang bernama Gary. Merupakan koki di Krusty Krab yang terkenal dengan makanannya Krabby Patty.
  • Squidward Tentacles - seekor gurita yang tinggal di dalam kepala Pulau Easter. Sangat benci pada Spongebob dan Patrick yang suka mengganggunya. Dia mempunyai seorang saingan yang juga seekor gurita bernama Squilliam Fancyson. Merupakan kasir di Krusty Krab yang pemalas, sangat menyukai dansa, dan sempat pindah rumah karena rumahnya dihancurkan Spongebob dan Patrick di salah satu episode.
  • Patrick Star - Teman akrab Spongebob yang berbentuk Bintang laut. Patrick tinggal di bawah batu. Patrick merupakan penduduk paling bodoh di Bikini Bottom.
  • Eugene H. Krabs (Tuan Krabs) - pemilik restoran Krusty Krab yang hanya memikirkan soal uang (dia dikatakan sangat serakah dan pelit). Spongebob dan Squidward bekerja kepadanya.
  • Sandy Cheeks (Sandy si Tupai) - seekor tupai yang tinggal di dalam laut. Sandy menyukai karate, dikatakan suka meminum saus yang amat pedas dan juga aksi-aksi "stunt". Nama asli Sandy adalah Sandra "Sandy" Cheeks. Dia tinggal di sebuah kubah anti-air yang mempunyai sebatang pohon besar.
  • Gary - Seekor siput peliharaan Spongebob. Berbunyi seperti kucing dan merupakan siput yang bijak. Tidak suka kepada Squidward.
  • Sheldon J. Plankton - pemilik restoran Chum Bucket. Amat terobsesi dengan Krabby Patty sehingga sanggup mencuri resepnya (tapi tak pernah menang).
  • Larry Lobster - seekor udang karang yang sangat kuat. Kerap kali dapat dilihat di Goo Lagoon.
  • Pearl Krabs - seekor ikan paus yang merupakan anak Mr. Krabs. Amat menyukai hiburan dan berumur 16 tahun dalam episode "Whale of a Bhirtday".
  • Mermaid Man - merupakan salah seorang pahlawan super (yang sudah tua) di Bikini Bottom.
  • Barnacle Boy - Teman Mermaidman dan kurang menyukai Spongebob (dan juga gelarannya yang mengandungi "boy", padahal sudah cukup tua seperti Mermaidman).
  • Dirty Bubble - partner dari Man Ray. Merupakan musuh dari Mermaid Man dan Barnacle Boy. Wujudnya seperti Gelembung udara berwarna Cokelat.
  • Man Ray* - Merupakan Musuh terbesar dari Mermaid Man dan Barnacle Boy. Bentuk tubuh dan Wujudnya seperti Ultraman.

Tempat dalam seri SpongeBob

  • Bikini Bottom - Kota utama di seri ini
  • Bikini Bottomshire - Nama Bikini Bottom pada abad pertengahan, daerah ini dikuasai oleh Raja Krab, yang merupakan rival dari penyihir Planktonamor.
  • Goo Lagoon (Laguna Goo) - Sebuah pantai di Bikini Bottom yang sering dikunjungi Spongebob dan teman-teman.
  • Rock Bottom - Sebuah tempat di luar Bikini Bottom yang didiami ikan-ikan aneh.
  • K-Blub - Salah satu stasiun radio di Bikini Bottom.
  • Sea Needle (Jarum Laut) - Bangunan tinggi yang juga parodi dari bangunan Space Needle di Seattle
  • Shell City (Kota Kerang) - Merupakan toko cenderamata yang terletak di darat. (hanya muncul dalam film The SpongeBob SquarePants Movie)
  • Jellyfish Fields (Padang Ubur-Ubur) - Tempat berburu Ubur-ubur. Spongebob dan Patrick seringkali datang ke tempat ini.
  • Krusty Krab - Restoran cepat saji di mana Spongebob dan Squidward berkerja. Krusty Krab menjual makanan paling disukai selautan yakni Krabby Patty yang seperti burger.
  • Discount Grocery Mart (Toko Kelontong Diskon) - Minimarket yang biasa memberikan potongan harga.
  • Shady Shoals - panti jompo yang di tinggali Mermaid Man dan Barnacle Boy setelah pensiun.
  • Fancy!(Indah!) - Restoran bintang lima, dimana Spongebob pernah bekerja disini di salah satu episode, yaitu "Le Big Switch" dan muncul dalam bebrapa episode lain.
  • Glove World (Dunia Sarung Tangan) - taman hiburan di Bikini Bottom. Tempat bermain Spongebob dan Patrick sebelum ke Rock Bottom. Juga pernah muncul sebagai tempat Pukulan Berapi Menyakitkan, sebuah roller coaster yang lebih besar dari Gunung Everest, lebih cepat dari Cheetah, dan lebih menyakitkan dari fitnah, yang direncanakan SpongeBob dan Patrick naiki dalam episode Roller Cowards.
  • Chum Bucket - Rumah makan dimana Plankton menyusun rencana jahatnya dan tinggal bersama Karen. Selalu kosong tanpa pengunjung.
  • New Kelp City (Kota Kelp Baru) - Kota dimana Spongebob menjadi walikota dan namanya berubah menjadi CheeseHead BrownPants.
  • Residents' Row (Baris Penduduk) -Tempat tinggal Patrick, Squidward & SpongeBob
  • Loker Davy Jones - Tempat dimana orang yang memiliki sifat yang tidak baik, tempat yang penuh dengan kaus kaki.
  • Fast Food Coliseum (Koliseum Makanan Cepat Saji) - Tempat para koki untuk mengikuti kejuaraan masak tahunan.
  • Barg 'n Mart - Tempat para warga Bikini Bottom berbelanja.
  • Diner - Sebuah restoran yang muncul di beberapa episode yaitu Chocolate With Nuts, Mermaid Man & Barnacle Boy II,& Missing Identity
  • Oyster Stadium (Stadion Kerang) - Tempat tiram & tempat Pertandingan siput. Terletak di Kebun Binatang Bikini Bottom
  • Mrs. Puff Boating School (Sekolah Mengemudi Ny. Puff) - Tempat SpongeBob belajar mengemudi, di sekolah ini SpongeBob tak pernah lulus ujian mengemudi.
  • Palace of Pranks (Istana Jahil) - Toko yang menjual barang barang jahil/mainan
  • Dead Eye Gulch - Bikini Bottom pada zaman koboi
  • Planktopolis - Bikini Bottom dalam keadaan dikuasai oleh Plankton (hanya muncul dalam film The SpongeBob SquarePants Movie)
  • Bubble Bowl - Tempat drum band Bikini Bottom milik Squidward tampil, biasanya tampil diatas permukaan laut.
  • Martha's Craft Zone - Toko cinderamata yang pernah dikunjungi oleh Gary dan pemilik barunya.
  • Krusty Tower (Menara Krusty) - Krusty Krab berbentuk menara : salah satu bentuk bisnis Tn. Krabs yang akhirnya hancur
  • Cephalopod Lodge (Pondok Cephalopoda) - Tempat upacara suci para marga Tentacles, Squidward diusir dari tempat ini, karena ulah kacau SpongeBob dan Patrick.
  • Casa De Sponge - Rumah nanas Spongebob.
  • Mall - Tempat gaul para remaja kebanyakan, mal di Bikini Bottom.
  • The Wash - Salah satu destinasi dalam pesta Spongebob, Patrick, dan Tn. Krabs.
  • Boot Hills (Bukit Boot) - Makam para sheriff Dead Eye Gulch yang dibuat karena Old Dead Tree Hill sudah penuh.
  • Old Dead Tree Hill (Bukit Pohon Mati Tua) - Makam sheriff Dead Eye Gulch yang sudah penuh.
  • Tentacle Acres (Hektar Tentacles) - Deretan tempat tinggal marga dan berjenis Tentacles, terisolasi bagi yang bukan warga tidak berjenis Tentacles.
  • Bakery - Toko roti enak di pinggiran Bikini Bottom.
  • Noses 'n Things (Hidung dan apapun) - Tempat operasi hidung : Patrick pernah membuat hidung disini.
  • Big Shot Records - Perusahaan rekaman Bikini Bottom.
  • Kelp Forest - Hutan yang ada di pinggiran Bikini Bottom, muncul di episode Club SpongeBob dan beberapa episode lainnya
  • Mermalair - Markas Mermaid Man dan Barnacle Boy
  • Bikini Bottom Jail - Penjara di Bikini Bottom
  • Bikini Bottom Hospital - Rumah sakit di Bikini Bottom
  • Bikini Bottom Dump - Tempat sampah di Bikini Bottom
  • Bikini Atoll (Atol Bikini) - Sebuah pulau di darat yang dekat dengan Bikini Bottom dan hampir selalu muncul di seluruh episode.
  • Atlantis - Rumah Raja Neptunus. Di episode Atlantis SquarePantis, SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, Sandy, dan Plankton pergi ke sana
  • Brain Coral Fields (Lap. Isi Otak) - Tempat benda yang SpongeBob kira kepala Patrick.
  • Jalan Keong - Jalan yang merupakan tempat rumah SpongeBob, Patrick, dan Squidward, Krusty Krab, dan Chum Bucket
  • Shelly Super Highway(Jalan Tol Super Shelly, disingkat JTSS) - Sebuah jalan yang muncul dalam episode SpongeBob's Last Stand, bagian dari rencana jahat Plankton
  • Reef Cinema - Bioskop di Bikini Bottom

Produk dalam serial SpongeBob

  • Krabby Patty - Makanan yang disukai oleh warga Bikini Bottom, Plankton selalu berusaha mencuri resep rahasianya (tapi tidak pernah berhasil).
  • Kelp-O - Sereal yang selalu menjadi menu sarapannya SpongeBob.
  • Sea Nuts - Kacang laut yang berbentuk seperti kacang pada umumnya.
  • Invisible Boat Mobile - mobil yang selalu dipakai oleh Mermaid Man dan Barnacle Boy,yang transparan.
  • Bikini Bottom Phonebook - buku telpon yang pernah diisi oleh iklannya Chum Bucket
  • Fancy Living Digest - majalah yang memandu cara menjadi kaya dalam waktu yang singkat
  • Kelp Shake - Minuman enak yang pernah dijual di Bikini Bottom, belakangan diketahui bahwa produk ini mengandung zat radioaktif.
  • Nachos - Kentang yang menjadi makanan preman siput pada episode "Have You Seen This Snail ?"
  • Ol'Reliable - Jaring ubur-ubur yang pernah dipakai Spongebob
  • Spat si Spatula - Spatula yang selalu digunakan Spongebob untuk memasak Krabby Patty.
  • 'Sauce Tartar - Saus tartar adalah produk saus yang berefek seperti asam yang berbahaya
  • Sauce Volcano - Saus extra pedas
  • Mangkuk Gary - Mangkuk untuk sarapan Gary.
  • Snail-Po - Makanan Gary
  • Bucket-Head - Topi yang digunakan Plankton untuk mengendalikan semua warga Bikini Bottom, termasuk raja Neptunus dan kecuali Mr.Krabs, Spongebob, dan Patrick (hanya muncul dalam film SpongeBob the Movie)
  • Invisible Spray - Semprotan jahil milik SpongeBob dan Patrick : pernah menjadi 'hantu' dalam memakai benda ini.
  • Exploded Gum - Permen karet yang menyebabkan kepala bisa meledak (yang pernah Patrick makan dan dibayar seharga $1).
  • Chum Stick - Chum Plankton yang berbentuk stick, pernah laris satu kali, setelah itu diprotes oleh pelanggan dalam satu episode. Salah satu menu Chum Bucket.
  • Baby Powder (Bubuk Bayi) - Bedak bayi bahan terakhir untuk pembuatan gas bayi milik Plankton.
  • Night Light - Lampu tidur : SpongeBob menggunakannya karena alasan tidak bisa tidur.
  • Krust - Odol yang pernah membuat mata SpongeBob menghitam.
  • Jelly Patty - Krabby Patty dengan selai ubur-ubur
  • Krabby Kronicle - Koran dari Krusty Krab
  • Monster Krabby Patty - Krabby Patty dengan ukuran ekstra. Spongebob pernah mematahkan spatulanya (Spat) saat memasak menu ini.
  • Gas Bayi - Senjata Plankton yang bisa membuat orang menjadi bayi untuk mengambil resep rahasia Krabby Patty.
  • Gas Manula - Gas bayi Plankton yang gagal dan menjadikan orang yang disemprot menjadi manula.

Binatang yang ada di Bikini Bottom

  • Alaskan Big Worm Monster cacing raksasa dari Alaska yang senang memakan apa saja
  • Sea Bear Monster berwajah beruang dan perawakannya seperti ikan besar, monster besar yang pernah muncul di majalah-majalah fiksi Bikini Bottom
  • Sea Rhino Monster berwajah badak dan perawakannya seperti badak yang memiliki sirip
  • Nematoda Cacing kecil yang hidup berkelompok dan seperti parasit
  • Ubur-ubur Binatang yang pada umumnya berwarna pink, dan sering ditangkap oleh Spongebob, populasinya sekitar 1 juta ubur-ubur dan tinggal di Jellyfish Fields.

galuh persembakan karya luar biasa

EMPAT DEKADE GSP
TRIBUN JABAR/DEDY HERDIANA
EMPAT DEKADE GSP – Netta Kusumah Dewi bernyanyi dalam Kinarya Guruh Empat Dekade di TIM, Jakarta, Kamis (20/10).
JAKARTA, TRIBUN - Persembahan seni pertunjukan karya Guruh Sukarno Putra memang selalu mengundang decak penontonnya. Begitupun pada pergelaran terbarunya, setelah 40 tahun berkarya, putra bungsu dari Presiden RI pertama Ir Soekarno ini tetap menyuguhkan karya gemilang lewat Kinarya GSP
Mahakarya Empat Dekade Guruh Soekarno Putra dengan tema "Beta Cinta Indonesia" yang didukung Djarum Apresiasi Budaya, di Teater Jakarta - Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis (20/10).

Even semalam yang khusus untuk udangan itu diawali pernyataan Guruh Sukarno Putra yang mengharapkan pergelarananya mampu menjadi dasar pendidikan buat orang tua kepada anak-anaknya. Karena pergelaran seni yang menampilkan nyanyian, tarian dan setting panggung yang memesona itu memiliki syair-syair yang bisa menjadi cermin untuk menuju kehidupan yang baik.

"Saya harap bisa menyimak kata-kata yang ada dalam lagu. Agar para orang tua bisa mendidik anak-anaknya seperti yang saya lakukan. Seni itu bagi saya adalah alat perjuangan untuk Indonesia yang tercinta. Dan perjuangan saya adalah perjuangan ideologi. Kita harus hapus dikotomi seni budaya dan politik. Anak bangsa harus ngerti seni budaya dan politik," ujarnya.

Sebelum pergelaran dimulai pun, dua bocah berpakaian putih-putih dengan dasi merah putih sempata berdialog dengan Guruh di atas panggung. Mereka membicarakan soal nasionalisme dan kesiapan para bocah untuk cinta dan membela negara Indonesia.

Pergelaran yang menampilkan para penari-penari terpilih itu benar-benar memberikan kekhasan dan keunikan tersendiri. Pakem-pakem tradisional yang diusung disajikan ddengan tata musik, cahaya dan seting serta kostum yang modern.

Pergelaran semakin semarak dengan tampilnya beberapa penyanyi ternama seperti Vina Panduwinata, Once, BE 3, Tompi, Netta, Vidi Aldiano, Butet Kartaredjasa, Yati Pesek, Tike, dan Asri Welas.

Pertunjukan seni kolosal yang menakjubkan itu tampak menunjukkan kekkhasan seni yang ditampilkan. Mulai dari budaya Bali, Jawa, Kalimantan dan budaya tradisional Indonesia lainnya. Diakui Guruh saat memberi sambutan karyanya itu merupakan cuplikan dari beberapa pergelaran yang sudah ditampilkan.

Terbukti selama 120 menit, dalam pertunjukan itu juga muncul lagu Janger, Smaradahana, dan Melati Suci lengkap dengan tariannya yang dulu berkesan di hati para penontonnya kembali muncul dengan gubahan terbaru. Karya terbarunya ini semakin memesona dengan  aransemen yang sudah diperbarui oleh Erwin Gutawa, dan artistik digarap Alex Hassim.

Selain tamu undangan para pendukung acara, kalangan artis ternama pun banyak yang hadir. Saeperti Lulu Tobing, Maudy Koesnadi, Jay Soebiakto.

Sementara Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan even ini diharapkan selain bisa menghibur juga dapat mengingatkan kembali akan kekayaan keragaman seni budayua di Indonesia dan membuat kebanggaan bagi para pekerja seni yang terlibat dan penonton.

"Bahwa seni pertunjukan di Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan luar negeri," kata Renita yang juga menyebutkan selama even berangsung juga digelar pameran batik Kudus yang dinilai perlu dilestarikan.